P3T Belekam Duta Konservasi Kalbar

P3T Belekam

P3T Belekam dinobatkan sebagai Duta Konservasi mewakili Kalbar di Jakarta.

P3T Belekam merupakan Pusat Pembelajaran Pertanian Terpadu (P3T) di Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Lembaga ini juga dinobatkan sebagai juara Lomba Penghijauan dan Konservasi Wana Lestari (PKWL) se-Kalbar.

Lembaga berbadan hukum koperasi ini menang di kategori Kelompok Tani Hutan/Penghijauan (KTH/KTP) Terbaik dalam ajang Pertasi Kencana di Kabupaten Bengkayang, 10 Mei lalu. “Saya sangat terkesan dengan prestasi yang diraih lembaga saya. Ini sebuah tantangan. Artinya, kami mendapat tugas baru. Ya, semacam tugas tambahanlah,” kata Yosef Unja, Ketua P3T Belekam, saat berkunjung ke Pontianak, Selasa (15/5).

Warga Dusun Ukit-ukit, Desa Labian ini mengatakan, tugas dan amanah yang baru saja dia pegang itu harus dipertanggungjawabkan secara moril dengan cara lebih meningkatkan kinerja. Baik itu kinerja personal, maupun kelompok binaan yang sudah meluas ke desa-desa lainnya di Kecamatan Batang Lupar.

Sejak berdirinya pada 2005 silam, P3T Belekam sudah memiliki anggota kelompok binaan sebanyak 12 kelompok. Masing-masing tiga kelompok di Desa Labian Iraang, satu kelompok di Desa Mensiau, empat kelompok di Desa Labian, dua kelompok di Desa Sungai Ajung, satu kelompok di Desa Sungai Abau, dan satu kelompok di Desa Melemba.

Masing-masing kelompok memiliki jenis kegiatan sendiri-sendiri. Di antaranya, budi daya tanaman karet unggul dan karet lokal, budi daya 20 jenis tanaman buah-buahan lokal, pengembangan pertanian beras merah organik, dan kerajinan manik kreasi buah pohon hutan dari kelompok perempuan.

Sementara kegiatan yang bersifat pelatihan, pembinaan, dan pendampingan, P3T Belekam fokus membidik sektor budi daya. Di antaranya, penyiapan lahan seperti pembukaan dan pembersihan lahan, pemilihan bibit, pendederan, penyemaian dan pembibitan, penyiapan batang interes, okulasi, dan penanaman.

Hal lain yang tak luput dari sentuhan lembaga ini adalah pembuatan kompos sebagai pupuk dasar bibit tanaman, pengembangan sistem tumpang sari (agroforestry) di kebun karet dengan tanaman buah-buah lokal di sela-sela tanaman karet, pemeliharaan, dan pelatihan okulasi bibit karet. Termasuk mengajarkan anak sekolah tentang budidaya karet unggul di SMPN 1 Batang Lupar di Lanjak.

Dia berharap kepada semua kelompok binaannya agar bisa mengikuti jejak kelompoknya. Dia menyebut tidak ada prestasi yang bisa diraih tanpa keinginan dan kerja keras.

Unja juga berharap pemerintah dapat memerhatikan kelompok-kelompok masyarakat yang sudah berupaya membantu kerja pemerintah dalam konteks konservasi alam. “Harapan saya pemerintah bisa lebih peduli dengan warga yang sudah turut membantu menghijaukan bumi kita ini,” pintanya. (*/)