IPM Kalbar Nomor 29 dari 33 Provinsi

Morkes: Kalbar Harus Bangkit dari Keterpurukan

Morkes Effendi dan Aburizal Bakrie

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar urutan 29 dari 33 di provinsi Indonesia.

“Kondisi itu dinilai sangat memprihatinkan. Butuh suatu upaya yang strategis dan inovatif untuk meningkatkan IPM Kalbar agar bangkit dari keterpurukan,” kata Calon Gubernur Kalbar dari Partai Golkar, Morkes Effendi.

Menurut Morkes, sudah saatnya Kalbar bangkit dari keterpurukan. Pilgub September mendatang kata mantan Bupati Ketapang dua periode ini, adalah salah satu upaya yang strategis dan jalan pintas untuk mewujudkannya. Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dalam perhelatan Pilgub mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar ini mengatakan, keinginannya maju menjadi Gubernur Kalbar, karena selama ini melihat masyarakat Kalbar belum sejahtera dan mandiri. Pemimpin Kalbar yang selama ini memimpin, belum mampu merealisasikan keinginan masyarakat untuk lebih makmur.

“Kondisi pembangunan Kalbar yang masih minim tampak dari peringkat IPM yang masih rendah, sehingga tidak ada perubahan sama sekali, bahkan mundur,” nilai Morkes.

Dia mencontohkan saat bertandang ke sejumlah kabupaten dan kota, ditemukannya banyak hal masih harus dibenahi. Misalnya, adanya keluhan kebijakan pemerintah saat ini tidak berpihak kepada rakyat kecil. Dia mencontohkan, masyarakat yang menebang kayu untuk kebutuhan membuat rumah, mereka ditangkap. Tapi perusahaan dibebaskan menebang hutan dan malah diberi izin.

Belum lagi, lanjutnya, bila mendengar banyaknya keluhan tentang kurangnya pembangunan gedung sekolah, terutama di daerah pelosok. Kemudian aspirasi yang mengharapkan pemerintah memerhatikan pendidikan, terutama adanya program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi.

Panggilan dari rakyat inilah, kata Morkes yang membuatnya memiliki nyali besar untuk memperbaiki Kalbar. Menurutnya, banyak sekali masalah harus diselesaikan dengan mendesak terutama menyangkut pembenahan jalan yang masih banyak rusak, termasuk membangun jalur penghubung untuk membuka daerah yang terisolasi.

Keadaan yang seperti ini membuat hati nuraninya bergolak, dan denyut nadinya merintih dan merinding. "Pilihannya hanya satu Kalbar harus diperbaiki," tekad Morkes.