Zainuddin MZ: Teladani Rasulullah

Peringatan Maulid di Pendopo Gubernur Kalbar

Kiai Haji Zainuddin MZ, tadi siang memberikan tausiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Gubernur Provinsi Kalimantan Barat. Kiai sejuta umat ini diundang khusus oleh Korps Pegawai Negeri (Korpri) Pemprov Kalbar.

Nabi Muhammad, kata Zainuddin, merupakan contoh bagi umat manusia. Alasannya, Nabi Muhammad memiliki kepribadian yang kompleks.

“Yang luar biasa dalam diri Rasulullah itu, ia hebat di segala lini," kata dai kondang ini.

Zainuddin mengupas tiga keutamaan yang dapat dicontoh dari diri Rasulullah. Pertama akhlakul karimah, silaturrahmi, dan ketiga memulai lebih dulu apa yang sudah diajarkan. Aklakul karimah, kata Zainuddin, menjadi modal utama perjuangan Nabi Muhammad.

"Di mana kesehariannya selalu menggembirakan orang, tidak ditakut-takuti, kemudian memudahkan orang, tidak dipersulit. Karena di masyarakat akhlakul karimah harus menjadi nomor satu yang asalnya dari keimanan," jelasnya.

Dewasa ini, lanjutnya, manusia terlalu banyak dihinggapi penyakit. Yakni, kudis (kurang disiplin), kurap (kurang rapi), kutil (kurang teliti), yang asalnya dari satu yakni kuman (kurang iman).

Menurut Zainuddin, keteladanan Rasulullah ditunjang oleh sandaran vertikal.

Manusia sering mencintai sesuatu yang berlebihan. Kemudian, manusia belum cukup bekal untuk menghadap Allah sehingga sengsaralah di akhirat nanti.

"Untuk itulah sebagai manusia harus memiliki kedamaian, kekayaan batin, bersandar kepada Allah SWT tentu tidak akan pernah sakit," pesan Zainuddin.

Ia pun mengingatkan agar seluruh masyarakat untuk menjaga keimanan sebaik-baiknya. "Wariskan pada anak anak. Biar zaman berubah, tetapi akidah jangan," pesannya lagi.

Iman merupakan daya kontrol paling efektif menjaga kejujuran dan kedisiplinan. Kedua, bangsa ini akan kuat jika bersatu dengan silaturahmi. Karena itu ia kembali mengingatkan kepada umat muslim untuk menjaga kerukunan antarsesama umat, antar umat beragama, dan antar pemerintah.

Sebelumnya, Asisten I Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Sumarno saat membuka kegiatan mengatakan, pelaksanaan Maulid Nabi harus lebih luas maknanya. "Harusnya kita meneladani buah santun Nabi Muhammad. Rasulullah juga sudah memberikan contoh tatanan pemerintahan untuk menjaga harmoni sosial yang dapat kita jadikan pegangan," kata mantan Kepala Biro Pemerintahan itu.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tersebut merupakan pencerminan yang sangat tinggi. Islam mengajarkan untuk saling mendorong dan saling bantu membantu.

"Masyarakat yang kita cita-citakan adakah masyarakat yang demokratif dan religius dan tidak saling membedakan agama, ras, dan suku," tegasnya.

Alumnus Akademi Pendidikan Dalam Negeri (APDN) itu pun berharap dengan hikmah Maulid Nabi itu teladan rasul dapat dijadikan pedoman hidup sehari-hari.

"Untuk itu diharapkan bupati/wali kota dapat bersinergis untuk pembinaan dan bimbingan kepada seluruh umat di Kalbar," katanya.