PT BIG Janji Segera Bayar Petani

Manajemen PT Benua Indah Group (BIG) pimpinan Budiono Tan mengembuskan angin segar kepada petani sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Paling lama tiga bulan mendatang manajemen berjanji menyelesaikan persoalan utang perusahaan itu dengan petani.  

“PT BIG berkomitmen menyelesaikan pembayaran utang pembelian tandan buah segar (TBS) kepada petani dan membayar gaji karyawan paling lama tiga bulan mendatang,” kata Manajer Hukum, Personalia, dan SDM PT BIG, Andreas Lani, Kamis kemarin.

Kemarin Komisi D DPRD Kalbar memfasilitasi pertemuan menindaklanjuti kasus PT BIG dengan petani kepala sawit di Kabupaten Ketapang. Pertemuan menghadirkan perwakilan dari Polda Kalbar, Dinas Perkebunan Kalbar, pihak Bank Mandiri, dan perwakilan PT BIG.

Andreas usai pertemuan mengatakan, pembayaran akan dilakukan setelah perusahaan merampungkan pendataan kerugian dan aset perusahaan. Seiring komitmen itu, pihak perusahaan, kata Andreas, menuntut jaminan keamanan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan petani. Selama ini, lanjutnya, perusahaan merasa tidak aman akibat gangguan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan petani PT BIG.

Di tempat sama, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Priyambada mengungkapkan, sejak awal Januari pihaknya telah memblokir rekening PT BIG di Bank Danamon Ketapang. Namun proses penyidikan terhadap printout rekening PT BIG masih berlangsung.

Dikonfirmasi mengenai penyitaan sekitar 30 ton CPO (crude palm oil) oleh Polda Kalbar beberapa waktu lalu di Pelabuhan Seng Hie yang diklaim milik petani PT BIG, Bambang menyatakan kasus itu wewenang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar.

“Itu bukan wewenang saya. Saat ini memang sedang dilakukan penyidikan intensif,” ujarnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kalbar, Andre Hudaya Wijaya mengatakan, penyelesaian kasus tersebut harus ada campur tangan dari Pemerintah Provinsi Kalbar. Pemerintah harus menegaskan deadline kepada PT BIG untuk memenuhi kewajibannya.

“Kami tidak ingin penyelesaiannya tertunda lagi seperti yang lalu. Kasus ini sudah sejak tahun 2008 bergulir,” kata Andre.

Dia juga menyesalkan sikap aparat kepolisian yang hingga kini belum juga memeriksa boss PT BIG, Budiono Tan. Polisi, katanya, justru memeriksa terlebih dulu pihak petani.