Jembatan Kapuas I Mulai Dapat Perhatian

Ambrol Jembatan Tanggarong, Kutai Kartanegara membuka mata banyak pihak. Di Kalbar, Direktorat Lalu Lintas provinsi itu turun memeriksa kepadatan lalu lintas di Jembatan Kapuas I.

"Hari ini kami turun ke lokasi bersama dengan Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak untuk mengecek Jembatan Kapuas I. Sedangkan untuk masalah konstruksi dan beban jembatan sudah merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum setempat," kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, Lotharia Latief usai Rapat Evaluasi Pelayanan Samsat di Pontianak, kemarin.

Latief menjelaskan, di Jembatan Kapuas I hampir setiap hari terjadi kemacetan arus lalu lintas yang sangat luar biasa. Kemacetan itu dikhawatirkan terjadi penumpukan kendaraan di atas jembatan.  

Setelah pemeriksaan, pihaknya akan melihat manajemen pengaturan lalu lintas semua jenis kendaraan yang melintas di jembatan. "Kami akan lihat motor itu baiknya di sebelah mana, mobil di sebelah mana. Seperti diketahui, di Jembatan Kapuas I itu sudah ada pembatasan untuk kendaraan roda enam atau lebih kecuali kendaraan milik Pertamina dan pengangkut sembako," kata Latief.

Dia mengakui, hal yang paling sering terjadi di Jembatan Kapuas I tersebut yakni kendaraan mogok, mengakibatkan kemacetan dan antrean kendaraan yang sangat membahayakan. "Itu membahayakan karena ada kendaraan yang tidak bergerak di atas jembatan. Ditambah lagi perilaku pengendara sepeda motor yang masih memotong jalur mobil padahal sudah disediakan jalur di sayap kanan dan kiri jembatan," paparnya.

Dengan adanya peraturan wali kota tentang larangan melintas bagi kendaraan roda enam atau lebih tersebut, kata Latief, sudah sangat membantu. "Itu sangat membantu kami dan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengawasan. Nah, saat ini dengan adanya kejadian jembatan roboh di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, kami tidak ingin hal itu terjadi di wilayah kita,” katanya.

Menurutnya, lebih baik mencegah dengan pengawasan lebih ketat, pengendalian, bahkan melakukan penegakan hukum jika memang ada kendaraan yang melanggar Perwa tersebut," tegas Latief.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengatakan, pihaknya sedang mengkaji pembatasan kendaraan roda empat dari arah luar kota melewati Jembatan Kapuas I, terutama pada Sabtu dan Minggu.

"Saat ini kajian tersebut sedang dibahas di Bakorlantas (Badan Koordinasi Lalu lintas) Kota Pontianak," kata Paryadi.

Alumnus Universitas Tanjungpura Pontianak itu mengatakan, kajian tersebut dilakukan, karena setiap hari Sabtu dan Minggu jumlah kendaraan roda empat dari luar kota yang ingin masuk ke kota melalui Jembatan Kapuas I sangat banyak, sehingga menimbulkan antrean panjang dan sering menyebabkan kemacetan.

Data Pemkot Pontianak, antrean panjang dari kendaraan roda empat dari arah luar kota terjadi mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB, sehingga cukup mengganggu kelancaran lalu lintas di Jembatan Kapuas I yang kini usianya sudah sekitar 31 tahun.

Jembatan Kapuas I memiliki panjang sekitar 420 meter dan lebar jalur lintasan enam meter, ditambah 1,5 meter di sisi kiri dan kanan, sehingga menjadi tiga meter yang diperuntukkan bagi jalur kendaraan roda dua dan sepeda.