Catatan Perjalanan Jimmy Murtado (4)

Lagi-lagi Potongan Harga

Kota singapura

Singapura hanya memiliki penduduk lebih lima juta orang. Dari “secuil” itu, suku bangsa mendapat tempat sama. Pun masih sama, Singapura bertabur potongan harga.

Kata orang, kalau belum ke Patung Singa Merlion maka belum lengkap rasanya mengunjungi Singapura. Pada hari kedua saya pun pergi menuju Merlion Park dari Stasiun MRT Lavender.

Untuk tiba di sana dengan MRT, sebelumnya kita harus mempelajari dulu cara menggunakan MRT karena beberapa tempat tidak semuanya satu arah dan satu MRT. Caranya hampir sama dengan menggunakan busway di Jakarta. Lokasinya di sekitar Marina Bay. Di sini kita bisa menyusuri sungai sambil melihat keindahan dan kemegahan Kota Singapura menggunakan kapal motor atau river cruiser dengan tarif SGD 15 per orang dewasa, untuk anak-anak tarifnya lebih murah dari tarif dewasa.

Di Merlion Park, hampir setiap pengunjung menyempatkan diri berfoto dengan berbagai pose berlatar belakang Patung Singa dan gedung-gedung pencakar langit. Karena saya pergi sendirian, maka saya meminta bantuan kepada salah seorang yang kebetulan juga sedang berfoto untuk mengambil foto saya dengan latar belakang Patung Singa.

Hari ketiga adalah hari terakhir saya berada di Singapura karena keesokan harinya saya harus pulang ke kota tercinta melalui Kuching. Hari terakhir ini saya isi dengan menyusuri kawasan Little India. Hampir semua pedagang di sepanjang jalan ini warga keturunan India. Barang dagangan yang dijual pun beraneka ragam, umumnya tekstil dan makanan khas India. Jika Anda berada di sini, Anda akan merasa seperti berada di India karena nuansanya sangat kental dengan negeri Gujarat.

Dari Little India, saya menuju ke Singapore Zoo, sebuah kebun binatang yang memiliki bermacam ragam satwa. Menggunakan MRT jalur ungu tujuan Harbour Front, saya pindah di Stasiun Dhoby Ghaut ke MRT jalur merah tujuan Jurong East. Tiba di Stasiun Choa Chu Kang, saya pun turun dan melanjutkan perjalanan dengan bus bernomor 927 yang langsung menuju tepat di Singapore Zoo.

Harga tiket untuk masuk ke Singapore Zoo SGD 20. Khusus turis, harganya dapat potongan sebesar SGD 3. Anda cukup menunjukkan paspor kepada petugas loket, sehingga saya hanya membayar SGD 17. Potongan harga ini hanya berlaku hingga akhir Maret 2012.

Kebun binatang ini memiliki lebih dari 3.000 koleksi binatang berbagai jenis. Ada buaya yang berukuran besar, orang-utan dan berbagai jenis primata, harimau putih, tapir, kanguru, dan banyak lagi satwa lainnya. Selain itu, juga ada atraksi penampilan beberapa satwa namun dibuka hanya pada jam-jam tertentu. Suasana di Singapore Zoo cukup nyaman karena banyak pohon-pohon rindang, berada di sini seakan kita sedang berada di hutan sungguhan.

Terakhir, saya menuju ke Sentosa Island menggunakan MRT. Untuk menuju ke Sentosa, kita harus menggunakan MRT tujuan Harbour Front. Setibanya di Harbour Front, saya mengikuti petunjuk yang ada menuju ke Vivo City karena kereta Sentosa Express yang disediakan khusus untuk tujuan ke Sentosa Island ini melalui Vivo City. Tarif yang dikenakan sebesar SGD 3 per orang.

Jika Anda ingin menikmati wahana-wahana yang ada, sebaiknya terlebih dahulu mengambil brosur-brosur yang tersedia di sana karena di dalam brosur terdapat peta-peta wahana Sentosa Island beserta tarifnya. Jadi, jika Anda memiliki budget terbatas, saya sarankan untuk menikmati wahana dengan tarif antara SGD 10 hingga SGD 15.

Satu wahana yang saya kunjungi yakni Songs of The Sea dengan tarif SGD 10 – 15, tergantung tempat duduk yang kita pilih. Songs of The Sea dibuka hanya pada malam hari yakni jam 19.40 dan 20.40 waktu setempat. Songs of The Sea ini merupakan salah satu wahana favorit karena keindahan yang ditampilkan dengan sentuhan teknologi, seni, dan diiringi musik yang dimainkan secara live terciptalah satu karya berupa air mancur dengan spektrum warna yang menarik dan indah dari hasil teknologi laser dan air mancur bertekanan tinggi. Siapa pun yang menyaksikannya akan terkesima seolah air yang memancar itu hidup bagai orang yang sedang menari.

Dari catatan perjalanan saya ini, ada beberapa hal yang bisa kita contoh dari Singapura yakni tingkat kedisiplinan warganya dan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang berlaku di negaranya. Semoga ini bisa menjadi pengalaman dan memotivasi kita untuk lebih maju. (habis)