Polres Sambas Bekuk Lima Perampok

Seorang Dinyatakan DPO
Lima Perampok

Dalam hitungan jam, lima dari enam perampok rumah Halimah dibekuk polisi.

Peristiwa perampokan itu terjadi, Rabu (25/4), sekitar pukul 23.00 WIB. Enam pria tak dikenal mendatangi rumah Ten Sam Pung alias Halimah, di Dusun Tanjung Putat, Desa Sepuk Anjung, Kecamatan Sebawi.

Meski gagal menguras harta korban lantaran keburu warga sekitar, perampok sempat melukai Halimah dengan senjata tajam dan mengenai kening. Di rumah sakit, luka bacok di keningnya mendapatkan belasan jahitan.

Korban kepada sejumlah media menuturkan, pada malam kejadian enam orang mendatangi rumahnya. Awalnya, terdengar suara gonggongan anjing, disusul suara pintu rumahnya diketuk. Setelah pintu dibuka, enam kawanan itu langsung menyerang hingga mengenai kepala korban.

Mendapat serangan orang tak dikenal, Halimah yang kala itu ditemani suaminya berteriak minta pertolongan warga sekitar. Dalam hitungan menit warga berhamburan mengejar pelaku yang lari mendengar teriakan korban. Tidak berhasil menemukan pelaku, warga kemudian melaporkan ke Polres Sambas.

Hanya dalam hitungan jam, lima orang dari enam pelaku tersebut berhasil bekuk oleh tim buru sergap jajaran Polres Sambas. Lima orang pelaku tersebut JJ, WK, ML, SP, FS, dan TN. Sedangkan TN berhasil melarikan diri dan hingga saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sambas.

Kapolres Sambas, AKBP Pahala HM Panjaitan melalui Kasatreskrim Polres Sambas, AKP DS Lumbantoruan mengatakan, JJ dan WK merupakan warga Sambas kota berperan sebagai penunjuk bagi empat pelaku terdiri atas TN, ML, SP, dan FS.

"Sebelumnya JJ dan WK pada Senin malam sebelumnya melakukan pengintaian terhadap rumah korban, dan mereka kemudian memberitahukan empat pelaku lainnya yang beralamat di Sajingan," katanya.

Pelaku, lanjut Kasat, terancam pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka diancam sembilan tahun penjara. “Atas kejadian tersebut kita mengimbau masyarakat agar waspada terhadap tindak kejahatan seperti pencurian itu,” katanya.

Reporter: Gin