Lapas Pontianak Ricuh Penusukan Antarnapi

Kadiv Pemasyarakatan Akui Pengawasan Kendur
Ilustrasi penusukan

Lapas Kelas II A Pontianak dikejutkan dengan kasus penusukan seorang napi.

Seorang terpidana mati dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, Desember 2009, Heri Darmawan, menusuk napi asal Singkawang, Jhony, Senin (14/5). Akibatnya, Jhony mendapat perawatan intensif pihak Lapas.    

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenhuk dan HAM Kalimantan Barat, Solo Gultom, dikonfirmasi soal itu, tak membantah peristiwa itu. Dia menyebut insiden itu sebagai gangguan keamanan.

“Memang benar terjadi gangguan keamanan tadi siang, sekitar jam dua. Saya belum tahu pasti penyebabnya, masih dalam penyelidikan,” kata Gultom.

Menurut dia, saat kejadian, pelaku yang menempati sel khusus terpidana hukuman berat di Blok H tengah berkumpul dengan napi lainnya. Ketika itu para napi sedang istirahat selepas makan siang.

Gultom mengakui, beberapa bulan terakhir, keamanan Lapas mengendur. “Ini karena kita belum punya pejabat Kalapas, yang ada sekarang adalah pelaksana tugas. Masuknya senjata tajam memang memalukan, akan kita selidiki kenapa bisa masuk," janji Gultom.

Padahal, pihak Lapas beberapa hari lalu melakukan razia besar-besaran. Saat razia petugas menemukan enam buah senjata tajam.

Pelaku penusukan saat ini sudah dipisahkan dengan tahanan lainnya dan menempati sel khusus. Soal sanksi yang akan diberikan, Gultom mengaku bingung.

“Pelaku sudah mendapat vonis mati, hukuman terberat pidana di republik ini. Mungkin akan kami laporkan ke kepolisian atas penganiayaan," katanya.