Kembali, Gula Ilegal Asal India Diamankan

gula ilegal asal India dan thailand

Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar kembali menyita gula ilegal asal India dan Thailand. Polisi Air Polda Kalbar sedikitnya mengamankan 100 karung gula tersebut dari sebuah kapal penumpang, Senin.

Penangkapan dilakukan polisi air saat melakukan patroli di perairan muara Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Dari penggeledahan KM Sinar Indah, itulah polisi menemukan tumpukan karung gula.

"Berawal adanya informasi masyarakat tentang adanya gula ilegal, polisi perairan langsung memeriksa kapal penumpang tersebut. Anggota menemukan gula dari Thailand dan India untuk dijual di Kalimantan Barat tanpa surat izin resmi," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, dalam jumpa pers, siang tadi.

Sebanyak 100 karung gula bermerek GNP Lampung-Indonesia itu diamankan ke Markas Pol Airud. Dalam pemeriksaan, gula tersebut tidak sesuai dengan merek tidak di kemasan.

“Gula tersebut bukan berasal dari Indonesia. Tetapi dari Thailand dan India yang diganti karung untuk memuluskan suplai barang ke konsumen," ungkap Mukson.

Gula tersebut rencananya dikirim ke Padang Tikar atas nama konsumen Cen Nam Hu dan Ismail alias Amuk. Sebelumnya barang tersebut dikumpulkan pada perbatasan antara Negara Indonesia dengan Malaysia, yang dibawa oleh tersangka berinisial Hr, yang tinggal di Jalan Suwignyo, Pontianak Kota.

Gula tersebut rencananya dijual seharga Rp 395 ribu per karung. Setelah dilakukan pemeriksaan tersangka dan barang bukti berupa 100 karung gula, puluhan karung kemasan gula, mesin jahit dan timbangan diamankan di markas Pol Air Polda Kalbar.

Kepala Subdit Pol Air AKBP Handoko mengatakan, setelah dilakukan penangkapan di KM Sinar Indah, penggeledahan dilanjutkan di rumah tersangka. Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan mesin jahit dan karung-karung kosong yang diduga untuk mengganti kemasan.

"Berdasarkan keterangan tersangka, dia telah menjalankan aksi tersebut sejak dua bulan terakhir ini sebanyak dua kali angkut. Modusnya, dengan mengganti karung kemasan tersebut dengan merek Indonesia. Ini sudah termasuk tindak pidana penipuan, karena tidak sesuai fakta," kata Handoko.