Diancam Santet, Keperawanan Diserahkan

Ilustrasi Korban pemerkosaan

Usia menginjak 16 tahun, keperawanan hilang hanya karena diancam disantet.

Inilah yang dialami Bunga, warga Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya. Gara-gara diancam santet, Bunga menyerahkan mahkota dirinya kepada Kumbang, Desember lalu.

Tak hanya sekali, perbuatan itu dilakukan Kumbang berulang-ulang hingga bulan ini. Tak tahan jadi tempat pelampiasan nafsu Kumbang, Bunga akhirnya melapor ke polisi Sungai Raya.

Di hadapan polisi Bunga menuturkan ihwal sampai harus menyerahkan keperawanan kepada Kumbang. “Saat mau berangkat sekolah, saya dicegat Kumbang di depan Gang Wonodadi, Jalan Adisucipto. Saya dipaksa ikut ke rumahnya,” tutur Bunga.

Nah, di situlah Bunga dipaksa melayani hasrat buta Kumbang. Apalagi dengan kata-kata ancaman hendak menyantet korban. “Dia juga bilang mau membunuh saya jika tidak melayaninya,” kata Bunga di Polsek Sungai Raya.

Bunga memperkirakan, perbuatan itu dilakukan Kumbang karena tidak terima diputus cinta oleh Bunga. Sudah tiga kali bunga memutus hubungan asmaranya dengan Kumbang.

“Dia kemungkinan tidak terima karena sebulan yang lalu saya putuskan. Dia bahkan menampar saya ketika saya tidak mau melayani dia di rumahnya,” ungkap Bunga yang saat melapor masih mengenakan seragam sekolah.

Nasi sudah menjadi bubur, Bunga cuma bisa berharap Kumbang mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya. “Karena saya tidak terima perlakuan dia,” ujar Bunga lirih.

Kepala Polsek Sungai Raya, AKP Jajang SKom, menjelaskan, pelaku diamankan dan dibawa ke Polsek Sungai Raya. Kasus ini dilimpahkan ke Poltabes Pontianak karena di Polsek tidak ada bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Jajang mengungkapkan, selama 2012 ada tiga laporan mengenai pemerkosaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sungai Raya. Semuanya diserahkan ke Poltabes Pontianak.