Krisyanto Comeback, Jamrud Mulai Tour

Besok Jelajahi Tiga Kota di Kalbar
Personel Jamrud

Sosok Krisyanto tak dapat dipisahkan dari nama besar Jamrud, pun sebaliknya.

Bayangkan jika dua nama yang saling membesarkan ini kembali bersatu setelah sempat “pisah ranjang” selama hampir lima tahun. Fitrah Jamrud sebagai band aliran rock papan atas kembali ke permukaan.

Executive Producer Jamrud, Log Zhelebour, mengakui terjadi pergeseran warna dari album Jamrud sebelumnya saat kehilangan Krisyanto, sang vokalis. Namun Log bersyukur, kembalinya Krisyanto bisa memperkuat Jamrud memenuhi keinginan Jamers, sebutan pencinta Jamrud, di Indonesia.

“Krisyanto kayaknya satu jiwa dengan Jamrud. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Jamrud tanpa Krisyanto terasa pincang dan sebaliknya. Keduanya memang harus bersatu agar Jamrud besar lagi dan bisa diterima Jamers,” kata Log, produser asal Surabaya, saat konferensi Rock Rally Jamrud, di Pontianak, Selasa (15/5).

Jamrud merupakan grup rock paling fenomenal yang tidak bisa digantikan. Jamrud tercatat pernah menjual album mereka hingga jutaan kopi dan meraih berbagai penghargaan.

“Jamrud sebagai motivator kebangkitan awal musik rock Indonesia. Kita tidak putus sampai di sini saja, kita juga akan buat musisi rock di daerah aktif,” kata Log dan berharap album Energi + Dari Bumi & Langit dapat diterima pencinta rock tanah air.  

Sosok Krisyanto juga tak banyak berubah sejak rujuk dengan Jamrud pada Oktober 2011. Sederhana, selalu melempar senyum, dan khas mengenakan kupluk (penutup kepala).

Saat bersolo karier dulu, Krisyanto mengakui tak mendapatkan soul (jiwa) dari setiap penampilannya. Karena itu dia terima saja saat Log Zhelebour mengajaknya “pulang kandang” pada 2011. “Alhamdulillah pada 2012 dibuatkan album repackaged, dengan enam lagu menggantikan vokalis sebelumnya,” kata Krisyanto.

Album Bumi dan Langit Menangis kemudian berganti menjadi Energi + Dari Bumi & Langit. Log menyebutnya sebagai semangat kembalinya Jamrud dengan formasi inti terdiri atas Ricky, Azis, Krisyanto plus Danny Rahman (drummer) dan Irvan (guitar 2).

"Mudah-mudahan Jamrud menjadi rumah terakhir buat saya, sampai saya tidak mampu lagi teriak-teriak dan jingkrak-jingkrak,” ucap Krisyanto di hadapan wartawan dan Jamers asal Kalbar.

Nah, seperti apa semangat baru Jamrud dengan formasi asal yang saling membesarkan? Patut kita simak penampilan tour tiga kota jamrud di Singkawang, Pontianak, dan Sintang.

Tour di Kalbar diawali Jamrud si Stadion Kridasana Singkawang, pada Rabu (16/5), pukul 19.00 WIB. Di Pontianak, Jamrud akan mengguncang Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, pada Sabtu (19/5), pukul 19.00 WIB.

Tour akan ditutup di Stadion Baning, Sintang pada 23 Mei mendatang. Seperti konser di kota-kota lainnya, Jamrud berjanji tampil allout. Mereka telah menyiapkan 22 lagu dari album pertama sampai terakhir Jamrud.