Masyarakat Adat Buka Lahan Pertanian Baru

Ritual Mutih Tanoh masyarakat adat Dayak Salako

Masyarakat adat Dayak Salako, Singkawang Selatan, siang tadi, membuka lahan pertanian seluas 100 hektare. Sudah 30 tahun masyarakat di kawasan pertanian di Pai’o, Kelurahan Nyarumkop, itu tidak menanam padi karena selalu puso.

Pembukaan lahan ditandai dengan ritual Mutih Tano’h yang dalam istilah Dayak Salako merupakan upaya untuk membersihkan dan meminta izin kepada jubata atau Tuhan Yang Mahakuasa. Natagk Tarik Anyangk atau memotong bambu yang diikat dengan kain merah, dilakukan oleh

Walikota Singkawang, Hasan Karman, siang tadi.

Nyangohont merupakan ritual berupa doa-doa yang diucapkan Ne’ Colen, salah satu tetua adat. Dalam dialek Dayak Salako, dia duduk di depan tempayan dan beberapa penganan tradisional yang diletakkan dalam nyiru, dengan fasih dia membaca mantra memohon berkat dari jubata.

Koordinator Pelaksana Ritual Mutih Tanoh, Marsianus Kodim, mengatakan, tujuan dilaksanakannya ritual ini, adalah meminta izin kepada jubata atau Tuhan Yang Mahakuasa. Tujuannya minta kabulkan apa yang diinginkan, sesuai dengan harapan petani.

“Selain itu, ritual bertujuan menyeimbangkan antara jubata, manusia,

dan alam,” kata Kodim

Kepala Bidang Pengelolaan Lahan dan Air, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Gunawan, menilai baik langkah itu di tengah areal persawahan yang semakin hari semakin berkurang. Langkah itu dinilainya positif meningkatkan produksi pertanian masyarakat.

Walikota Singkawang, Hasan Karman yang menggunakan ikat kepala dari kayu yang dalam kultus adat Dayak Salako disebut Kapoa’k delapan penjuru mata angin, menyambut baik langkah swadaya yang membuka lahan percetakan sawah seluas 100 hektare.

“Ini bukti bahwa kearifan lokal dengan semangat gotong royong di Kota

Singkawang masih terus hidup. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini diberkati oleh Tuhan,” katanya

Hasan Karman mengingatkan kepada Dinas Pertanian dan Kehutanan dan Camat Singkawang Timur, untuk terus memantau dan membina masyarakat petani yang membuka lahan tersebut.