Kualitas Perda Kabupaten Kubu Raya Terbaik

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan Award Perda terbaik

Banyak untungnya Kabupaten Kubu Raya dipimpin figur berlatar belakang ilmu hukum. Buktinya, kabupaten termuda di Kalimantan Barat itu meraih gelar peringkat pertama terbaik kategori Kualitas Perda.

Penghargaan itu disampaikan langsung Menteri Kordinator Perekonomian RI, Hatta Radjasa atas prakarsa Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) bekerja sama dengan AusAID dan The Asia Foundation.

“Ini penghargaan luar biasa dan cukup mengejutkan bagi kabupaten terbaru seperti Kubu Raya. Ini sekaligus membanggakan dan beban menjadi kabupaten baru,” ucap  Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan didampingi Asisten I, Agus Supriadi saat mengelar jumpa pers, pagi tadi.

Muda menjelaskan, penilaian dilakukan terhadap beberapa kriteria. Survey dan sampling dilakukan secara langsung tanpa menghubungi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Survey dilakukan tanpa berkoordinasi dengan Pemkab. Melainkan dari lembaga terpecaya selama delapan  bulan di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia,” tuturnya.

Hasilnya, Kubu Raya dinilai berkualitas dalam pembuatan perda dengan nilai indeks 100 diikuti kabupaten/kota lainnya.

Menurut Muda, Kubu Raya merupakan satunya-satunya kabupaten memiliki empat perda yang dianalisis  tidak mengandung permasalahan. Selain itu, ada juga tabel tentang peringkat dan rekomendasi, juga program akhir.

Dimana disebutkan sebagai penilaian daerah mana saja yang tanggap, cepat, dan tepat dalam merespons berbagai perkembangan terkait penyesuaian perda-perda tentang perundang-undangan, perpajakan, dan perizinan.

“Di situ dinilai apakah sudah tanggap atau cepat menyambut perda pajak dan retribusi. Sebab, penyesuaian akan berdampak kepada investasi dan kegiatan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Penyampaian ini kepada publik menjadi beban Pemerintah Kubu Raya dan berharap birokrasi yang menjalankan kinerja haruslah selaras dan sesuai dengan arah RPJM. Arahnya harus jelas dan juga terfokus.

Karena sesuai program pihaknya melakukan percepatan berbagai sektor, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan peningkatan kualitas ekonomi rumah tangga masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan memperoleh award, menjadi koreksi bagi kita dan menjadi tantangan kita. Di mana setiap perkembangan cepat dan tanggap menyikapinya,” harapnya.

Sementara Asisten I Pemkab Kubu Raya, Agus Supriadi yang menerima award mengaku cukup bangga dengan penhargaan itu. Penilaian ini diberikan karena perda tidak bertentangan dengan prinsip hukum yang ada dan tidak melampaui kewenangan pemerintah pusat.

“Apa yang disampaikan Menteri Hatta Rajasa bahwa dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, hanya 40 kabupaten menyelesaikan peraturan pajak. Kubu Raya satu di antaranya. Kita sudah menyelesiakan Perda Perpajakan dan Perda Rertribusi,” pungkasnya.