Sutarmidji Beberkan Keberhasilan 2011

Sampaikan LKPj 2011
Walikota Pontianak, H Sutarmidji, SH, MHum

Pemerintah mengklaim keberhasilan di berbagai bidang pembangunan tahun 2011.

Keberhasilan itu meliputi tujuh visi: Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkungan Terdepan dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pelayanan Publik. Visi meliputi tujuh bidang pembangunan, mulai dari pembangunan kualitas sumber daya manusia hingga peningkatan prinsip-prinsip good governance.

Keberhasilan itu dipaparkan Walikota Pontianak, Sutarmidji, di depan 39 anggota DPRD Kota Pontianak yang hadir, dari 45 anggota seluruhnya, Senin (16/4).

Di bidang pendidikan, pemerintah merogoh kantong APBD hingga 40 persen untuk menciptakan SDM berkualitas. Tahun lalu melalui Dinas Pendidikan, pemerintah kota itu melaksanakan 16 program dan 121 kegiatan dengan total belanja Rp 891,95 persen.

“Dari persentase besaran tersebut, kita telah melampaui pembiayaan yang digariskan oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebesar 20 persen. Angka tersebut menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan sumber daya manusia yang cerdas,” kata Sutarmidji dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) setebal 23 halaman.

Di bidang pendidikan pemerintah kota itu juga terus memperbaiki fasilitas sekolah yang layak dan ideal. Sejumlah sekolah menjadi fokus perbaikan, termasuk pengembangan kemampuan guru dan siswa.

Pemerintah, kata Sutarmidji, juga tidak melulu memerhatikan pembangunan fisik sekolah. Tahun lalu, pemerintah memberikan peralatan sekolah dan beasiswa kepada 4.500 siswa dari keluarga kurang mampu dan tidak mampu.

Di bidang kesehatan, pemerintah menyertakan 7.000 warga menjadi peserta jaminan kesehatan kota dan 22.570 peserta jamkesko dari siswa sekolah. Memenuhi pelayanan jamkesko, pemerintah merealisasikan Rp 1,36 miliar.

“Pemerintah kota merencanakan hingga tahun 2014 bisa menyediakan enam puskesmas rawat inap dan dokter spesialis. Pada anggaran 2011 telah dibangun empat puskesmas rawat inap dan dokter spesialis,” jelasnya.

Sutarmidji di akhir pidato LKPj tersebut menyampaikan permohonan maaf, masih terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. “Semoga pada tahun-tahun mendatang kelemahan dan kekurangan tersebut dapat kita sempurnakan,” ucapnya.