Renovasi Gereja Katedral Dimulai

Cornelis: Ini Mengakomodasi Kebutuhan Umat
Gereja katedral santo Joseph

Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MH mengatakan, renovasi Gereja Katedral Santo Joseph, Pontianak mengakomodasi dan menjawab kebutuhan umat. Kontroversi hanya akan menguatkan masih adanya diskriminasi kebebasan beragama di negeri ini.

Pendapat Cornelis itu disampaikan saat menghadiri pemancangan tiang pertama pembangunan gereja berusia 102 tahun itu, kemarin.

“Kita memang baru 65 tahun merdeka, sehingga terasa sulit mewujudkan serta melaksanakan Pancasila sebagai dasar negara khususnya dalam kebebasan beragama. Karena itu, agar bisa melaksanakan Pancasila, sebaiknya umat beragama bisa hidup berdampingan dan mendukung pengembangan ajaran agama yang diakui pemerintah. Termasuk memperbaiki sarana prasarana rumah ibadah,” ajak Cornelis.

Seperti diberitakan, Gereja Katedral Santo Joseph Pontianak akan ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB). Meski belum memiliki sertifikat, gereja tersebut sudah memiliki nomor registrasi sebagai BCB Kalbar.

“Nantinya, gereja itu akan menambah daftar BCB Kalbar yang saat ini baru lima. Yaitu, Keraton Sanggau, Gereja Tua Sejiram, Keraton Tayan, Rumah Betang Ulu Palin, dan Keraton Sintang,” jelas Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalbar, Rabuin Ahta.