Disdukcapil Pesimis e-KTP Selesai 100 Hari

Lebih tujuh hari pelayanan KTP elektronik (e-KTP) dibuka, dengan kekurangan peralatan, membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak pesimis target selesai 100 hari tercapai.

"Apabila peralatan yang ada sekarang hanya dua unit tiap kecamatan, kami tidak mungkin bisa menyelesaikan 455.109 e-KTP hingga akhir Desember ini," kata Kepala Disdukcapil Kota Pontianak, Thomas di Pontianak.

Berdasarkan data Disdukcapil Kota Pontianak per 27 Juli 2011, sebanyak 455.109 jiwa penduduk Kota Pontianak masuk dalam data wajib memiliki e-KTP hingga akhir tahun ini.

Thomas menjelaskan, dengan jumlah peralatan yang ada saat ini, tiap kecamatan hanya mampu menyelesaikan lebih dari 300-an e-KTP. Seharusnya, kata dia, untuk mencapai target itu tiap kecamatan harus menyelesaikan 1.000 e-KTP per hari.

“Itu membutuhkan empat unit peralatan tiap kecamatan," ujar Thomas.

Ia mengungkapkan, tim survei dari pusat yang turun ke Kabupaten Landak sempat mampir ke Disdukcapil. Tim tersebut menginformasikan pengiriman alat dilakukan pada 7 Oktober mendatang.

“Inilah yang kami tunggu. Mudah-mudahan cepat dikirim, jadi target bisa selesai," kata Mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pontianak itu.

Apabila tidak ada penambahan alat, kata dia, pembuat e-KTP tidak akan selesai akhir tahun ini. Jika dipaksakan, Thomas memastikan ada penambahan jam pelayanan.

“Kasihan operatornya. Sekarang saja operator kerja sampai pukul 23.00 WIB. Operator sudah kewalahan, kan kasihan," kata Thomas.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, H Sutarmidji, SH, MHum mengatakan, hingga kini pihaknya masih kekurangan 26 unit peralatan pembuatan e-KTP. Jika awal bulan ini alat bisa dipenuhi, dia optimis akhir 2011 pembuatan e-KTP selesai.

“Target saya selesai akhir Desember tahun ini," kata Sutarmidji.

Pemkot Pontianak, kata dia, sudah minta kepada pemerintah pusat agar mendatangkan kekurangan alat secepatnya. Namun, dia menilai sangat wajar apabila peralatan tersebut datangnya telat, karena harus didatangkan dari luar negeri.

"Kami minta secepatnya kekurangan alat itu datang. Saya yakin kalau kita diberikan 34 alat, akhir tahun ini pembuatan e-KTP di Kota Pontianak selesai," katanya.