Agustus, Tiang Pertama Masjid Mujahidin

Penancapan tiang pertama pembangunan Masjid Mujahidin tahap dua dijadwalkan pada 18 Agustus 2011. Penancapan tiang pertama setelah beberapa kali ditunda lantaran panitia merevisi gambar masjid.

"Pertimbangannya saya tidak tahu tetapi saya ikut saja. Terpenting lebih cepat lebih baik," kata Ketua Harian Pembangunan Masjid Raya Mujahidin, H Sutarmidji saat menghadiri Tablik Akbar KH Zainuddin MZ, di Masjid Raya Mujahiddin, di Pontianak, malam tadi.

Dia mengakui rencana penancapan tiang pertama beberapa kali tertunda. Panitia masih mencari dan mengupayakan perubahan gambar masjid untuk mendapatkan nilai arsitektur yang bisa dibanggakan.

"Sekarang gambar sudah jadi, katanya mendekati model Masjid Nabawi. Hanya hitungan anggarannya di atas Rp 200 miliar," ungkap Wali Kota Pontianak ini.

Menurutnya, jika pembangunan Masjid Raya Mujahidin tahap kedua harus menghabiskan dana sebesar, tidak akan selesai dalam waktu dekat.

"Terus terang saja kalau sebesar itu bisa 200 tahun baru selesai. Tetapi kalau di atas Rp 70-80 miliar, saya berani jamin selesai saya menjabat masjid dapat terselesaikan," katanya.

Sutarmidji mengaku optimistis pembangunan dapat cepat terselesaikan. Soalnya, pada tahap kedua pembangunan dilakukan hanya pada bangunan utama dan aksesorinya.

“Tetapi itu tentu dapat ditangani dengan APBD dan program-program masjid itu sendiri," ujar Sutarmidji.

Dia juga meminta masyarakat dapat memaklumi bangunan sementara yang dibuat selama perbaikan bangunan utama dilakukan.

"Jadi kalau ada yang protes bangunan yang di belakang itu, itu hanya sementara sambil menunggu masjid selesai dibangun. Setelah selesai nanti itu akan dibuka dan atapnya tetap terbuka," kata Sutarmidji sambil menunjuk ke arah plaza masjid.

Tidak hanya bangunan utama, lokasi masjid pun akan ditata ulang. Bagian belakang masjid juga tidak akan ada bangunan lain.

“Gedung Islamic Centre juga akan dibongkar dan dipindahkan. Tetapi itu nanti setelah masjid selesai dibangun," ungkap Sutarmidji.