15 Agustus e-KTP Mulai Proses

100 Hari Target Selesai

Tanggal 15 Agustus menjadi awal dimulainya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di Kota Pontianak. Seluruh warga wajib mengganti kepemilikan KTP-nya dengan sistem ini.

“Jangan sampai ada yang merasa, karena baru membuat KTP dan masih berlaku, lalu tidak mau melaksanakan kegiatan ini (e-KTP). Nanti bapak-ibu yang akan rugi, karena kita tidak akan melayani urusan administrasi apa pun yang tidak menggunakan e-KTP,” kata Walikota Pontianak, H Sutarmidji, SH, MHum, dalam Safari Ramadan di Masjid Al Manar, Jalan Nurali, sebelum memulai Salat Tarawih berjamaah.

Karena itu Sutarmidji mengimbau seluruh masyarakat Kota Pontianak mendukung sepenuhnya program e-KTP. Program ini menurutnya, akan diberlakukan secara nasional untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia sebenarnya. Dengan e-KTP ini tidak akan ada penduduk yang memiliki KTP atau identitas ganda.

“Jadi, KTP yang bapak-ibu punya itu walaupun baru dibuat kemarin, mulai tanggal 15 Agustus ini semuanya harus diganti. Di e-KTP terekam sidik jari bapak-ibu dan masuk dalam database penduduk Indonesia,” jelas Sutarmidji.

Pemerintah Kota Pontianak sendiri menyediakan waktu selama 100 hari untuk menyelesaikan 460 ribu KTP. Seluruh pemegang KTP nantinya mendapatkan panggilan dari kelurahan masing-masing.

“Harus datang sendiri, tidak boleh diwakilkan. Karena sidik jari bapak-ibu akan direkam,” pesannya.

Namun bagi warga yang tidak dapat datang karena lumpuh dan tidak memungkinkan datang, akan ada petugas yang mendatangi rumah warga bersangkutan.

Dalam e-KTP nanti hanya tercantum satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemiliknya. Artinya, seseorang hanya bisa memiliki satu KTP. Meski warga bersangkutan pindah ke daerah lainnya, namun NIK-nya tetap sama.

“Jadi, tidak bisa lagi seseorang memiliki KTP double atau ganda,” kata Sutarmidji.