123 Petugas Fardu Kifayah Terima Bantuan

Fasilitasi Biaya Transportasi dari Pemkot
Petugas fardu kifayah

Pemerintah Kota Pontianak memberikan apresiasi terhadap petugas fardu kipayah.

Sebanyak 123 petugas fardu kifayah, mendapatkan bantuan biaya transportasi, masing-masing senilai Rp 1,8 juta. Dana tersebut diserahkan dua tahap per enam bulan.

Tahap pertama bantuan sebesar Rp 900 ribu diserahkan Wakiil Walikota Pontianak, Paryadi, di Aula Sultan Syarif Abdurahman, Kamis (14/6).  “Jadi pada hari ini yang diserahkan untuk semester pertama masing-masing petugas fardu kifayah. Sisanya Rp 900 ribu lagi akan diserahkan pada akhir semester depan,” kata Paryadi.

Menurut Paryadi, fardu kifayah merupakan persoalan penting yang harus dipenuhi bagi setiap kaum Muslim yang meninggal dunia. Karena itu, dia meminta setiap lingkungan rukun warga (RW) memiliki petugas fardu kifayah.

”Kan tidak mungkin, misalnya, ada yang meninggal di satu RT terus mengundang petugas fardu kifayah dari jauh, apalagi lintas kecamatan. Kasihan mayatnya menunggu terlalu lama untuk proses fardu kifayah,” nilainya.

Dia juga minta kepada petugas menularkan ilmunya kepada masyarakat sekitar yang berminat untuk melakukan tugas mulia ini. “Kalau tidak didorong oleh tokoh-tokoh agamanya, mungkin lambat laun petugas-petugas fardu kifayah ini semakin berkurang,” ungkapnya.

Paryadi menilai, perlu adanya kaderisasi petugas fardu kifayah terutama di kalangan generasi muda. Hal ini, menurutnya, penting sebagai kelanjutan dan regenerasi dalam menjalankan tugas fardu kifayah. “Ilmu fardu kifayah ini gampang-gampang susah. Kelihatannya gampang tapi begitu dalam praktiknya bisa saja lupa apa yang harus dilakukan,” nilainya lagi.

Pelatihan-pelatihan fardu kifayah juga perlu dilaksanakan di lingkungan masyarakat. Terlebih jika ada jenazah yang perlu penanganan khusus karena mengidap suatu penyakit menular seperti HIV/AIDS, perlu pelatihan khusus supaya petugas fardu kifayah memahami cara penanganan. “Kita minta Dinas Kesehatan juga ikut memberikan pelatihan khususnya penanganan jenazah yang mempunyai hal-hal khusus seperti ini,” tutur Paryadi.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Syarif Ismail, mengatakan, tujuan diberikan bantuan ini sebagai penghargaan dan pembinaan Pemkot Pontianak terhadap petugas fardu kifayah. Mereka telah memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang telah meninggal dunia guna memenuhi syariat agama Islam.

Jumlah petugas fardu kifayah yang menerima bantuan tahun 2012 ini meningkat dibanding tahun 2011 lalu yang berjumlah 100 orang.