Tiga Kecamatan di Ketapang Belum Dialiri Listrik

Kecamatan Sungkup, Ulu Sungai, dan Simpang Dua di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat belum tersentuh listrik. Padahal jarak tiga kecamatan itu tidak terlalu jauh dari ibukota Ketapang.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kalbar Daerah Pemilihan Ketapang-KKU, Thomas Aleksander, di ruang kerjanya, siang tadi. Fakta itu didapatnya dari reses yang dilakukan di kabupaten tersebut.

“Kondisi tiga kecamatan itu gelap gulita ketika malam tiba. Beberapa rumah penduduk saja yang terlihat terang karena memiliki genset,” kata Thomas.

Dia menilai, kebutuhan listrik di tiga kecamatan tersebut sangat mendesak. Menurutnya, kebutuhan bukan semata sebagai penerangan ketika malam tiba, namun listrik bisa dimanfaatkan bagi banyak usaha dan kegiatan masyarakat.

Masyarakat, lanjutnya, berharap pemerintah daerah dan PLN bisa memenuhi suplai listrik ke daerah mereka, dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Tapi entah kapan proyek itu berjalan? Dia berharap pemerintah daerah maupun PLN sedikit peka dengan persoalan dan kebutuhan pokok masyarakat saat ini,” kata Thomas.

Hal senada disampaikan salah seorang warga asal Kecamatan Sungkup, Jamal, saat mendampingi Thomas di Pontianak. Ia mengaku mengeluarkan biaya cukup besar setiap harinya untuk genset kecilnya. Padahal genset di rumahnya hanya hidup sejak pukul 18.30 hingga pukul 21.30 WIB.

“Untuk beberapa jam saja kita terpaksa membeli minyak, sangat tidak sepadan jika kita bandingkan dengan warga lain yang bisa menikmati listrik 24 jam. Bayaran yang mereka keluarkan jauh lebih kecil dari itu,” kata Jamal.